Hukum melawak dalam islam

Hukum Melawak
Membuat orang lain tertawa termasuk hal yang kurang baik dan bisa menghilangkan muruah apabila dilakukan secara berlebihan, baik didasari untuk mencari harta atau hanya sekadar untuk lelucon saja. Bahkan, bisa menjadi haram apabila kata-kata yang dilontarkan mengandung unsur kebohongan. Rasulullah bersabda:
مَنْ تَكَلَّمَ بِالْكَلِمَةِ يَضْحَكُ بِهَا جُلَسَاءُهُ يُهْوِيْ بِهَا فِي النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا
Barang siapa yang berbicara dengan kata-kata yang bias membuat orang disekitarnya tertawa maka ia akan turun masuk (masuk) ke neraka selama 70 tahun disebabkan kata-kata tersebut.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa keharaman yang ada dalam Hadis ini diperuntukkan bagi humor yang digunakan untuk membicarakan orang lain dan dengan menggunakan kata-kata yang tidak benar. Alasan keharaman ini dikarenakan dalam humor tersebut terdapat unsur menyakiti hati orang lain, selain juga ada kebohongan di dalamnya.
Jadi, humor bisa diperbolehkan apabila di dalamnya tidak terkandung kebohongan. Sekalipun demikian, jika dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan jatuhnya muruah, akibat dari hilangnya muruah ini adalah hilangnya sifat adil. Jika humor dilakukan hanya sekadarnya saja dan tidak disertai dengan kebohongan maka hukumnya diperbolehkan dan tidak sampai menurunkan muruah.

Previous Post
Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *